BOGOR - Kemarau panjang yang melanda kawasan Bogor barat mulai menampakkan dampaknya secara nyata. Memasuki pertengahan Juli, terik matahari tak hanya mengeringkan tanah-tanah perkebunan warga, tetapi juga membuat sumber-sumber air bersih warga di beberapa wilayah binaan Koramil 0621-14/Ciampea menyusut drastis. Berangkat dari kondisi mendesak tersebut, Danramil Ciampea turun langsung menyisir pemukiman warga untuk memastikan tak ada masyarakat yang luput dari bantuan Kamis (23/7/2026).
Monitoring yang dilakukan sejak pagi hari ini bukan sekadar peninjauan rutinitas. Kehadiran personil TNI di tengah pemukiman warga yang mulai kesulitan air bersih merupakan bagian dari langkah sigap memetakan titik-titik krisis guna menyiapkan pendistribusian air bersih serta mitigasi jangka panjang.
Di sela-sela pemantauan dan interaksi hangat bersama warga setempat.
Danramil 0621-14/Ciampea, Kapten Arm Agus RZ, menyampaikan komitmennya untuk selalu berada di garis terdepan bersama masyarakat.
"Melihat senyum warga saat air mengalir itu kebahagiaan kami. Namun, saat sumur-sumur mereka mulai kering seperti sekarang, kami tidak boleh tinggal diam. Monitoring ini kami lakukan agar kita tahu persis titik mana yang paling membutuhkan bantuan darurat, sehingga pasokan air bersih bisa segera kita salurkan tanpa menunggu krisis membesar, " ungkap Kapten Arm Agus RZ di lokasi.
Langkah cepat Koramil Ciampea ini mendapat perhatian penuh dari komando atas. Dandim 0621/Kab Bogor, Letkol Inf Rizal Dwijayanto, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa jajarannya di seluruh wilayah Kabupaten Bogor telah diinstruksikan untuk peka terhadap perubahan iklim yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
"TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Kesulitan air bersih adalah ancaman langsung bagi kesehatan dan kenyamanan warga. Saya telah menginstruksikan seluruh Danramil dan Babinsa, khususnya di wilayah rawan seperti Ciampea, untuk membangun sinergi kuat dengan Pemda, BPBD, dan relawan lokal agar krisis air ini bisa kita tangani secara cepat dan tepat sasaran, " tutur Letkol Inf Rizal Dwijayanto.
Penanganan krisis air di wilayah Kabupaten Bogor ini juga selaras dengan arahan Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio. Ia menekankan pentingnya responsif dan kepekaan sosial setiap prajurit di wilayah teritorialnya.
"Kemarau adalah tantangan alam, namun kepedulian kita adalah kunci solusinya. Kami di Korem 061/Suryakancana memastikan seluruh satuan bawah bergerak proaktif. Kehadiran prajurit di lapangan harus menjadi peneduh dan pemberi jalan keluar saat warga menghadapi masa-masa sulit seperti kekeringan ini, " tegas Brigjen TNI Thomas Rajunio.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih SE MM, mengapresiasi kebersamaan dan respons cepat para prajurit Kodam III/Siliwangi yang terus berada di tengah-tengah rakyat dalam kondisi apa pun.
"Prajurit Siliwangi harus selalu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton. Semangat 'Siliwangi adalah Rakyat, Rakyat adalah Siliwangi' harus berwujud nyata. Apa yang dilakukan di Koramil Ciampea hari ini adalah wujud pengabdian tanpa batas untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meski kemarau melanda, " pungkas Mayjen TNI Kosasih.
Melalui monitoring intensif ini, Kodim 0621/Kab Bogor bersama pihak terkait kini tengah merancang skema pendistribusian air bersih secara berkala serta penyiapan penampungan air darurat di titik-titik krusial wilayah Ciampea demi menjaga kebugaran dan kesejahteraan warga di musim kemarau ini.(PERS)

Updates.