BOGOR - Puluhan ketua RT dan RW yang biasanya bergulat dengan berkas warga dan urusan lingkungan, berdiri tegap dengan seragam putih di Aula Kantor Desa Cihideung Udik, Kp. Sinagar, Senin (31/8/2026).
Dedikasi tak biasa mereka saat menjadi petugas Paskibra Desa pada Upacara HUT RI ke-81 lalu, akhirnya diganjar penghargaan dalam acara Puncak Tasyakuran yang berlangsung hangat dan penuh keharuan.
Langkah tegak para bapak RT dan RW yang tak lagi muda tersebut memantik simpati luar biasa dari seluruh elemen masyarakat dan pimpinan TNI di wilayah Bogor.
"Kami ingin membuktikan bahwa semangat nasionalisme tidak mengenal usia. Saat ketua RT dan RW mau berlatih keras menjadi Paskibra, mereka sedang mengajarkan keteladanan nyata kepada generasi muda Desa Cihideung Udik, " ujar Kepala Desa Cihideung Udik, H. Denny.
Kedisiplinan para pengurus RT dan RW ini tak lepas dari pendampingan intensif di lapangan. Sertu Nanang, Babinsa Desa Cihideung Udik, mengungkapkan rasa bangganya atas ketangguhan para pengabdi warga tersebut. "Awalnya banyak yang ragu karena faktor usia, tapi semangat mereka membakar melelehkan rasa lelah. Latihan panas-panasan berhari-hari dibayar tuntas dengan pengibaran bendera yang sempurna."
Danramil 0621-14/Ciampea, Kapten Arm Agus RZ: "Aksi para ketua RT dan RW ini adalah representasi nyata dari kemanunggalan rakyat. Mereka menunjukkan bahwa menjaga kehormatan simbol negara adalah tugas bersama, bukan hanya anak sekolah atau prajurit."
Dandim 0621/Kab. Bogor, Letkol Inf Rizal Dwijayanto, S.E., M.I.P.: "Inovasi spiritual dan kebangsaan dari Desa Cihideung Udik ini patut menjadi percontohan. Ketika pemimpin lingkungan mau berpeluh menjadi Paskibra, stabilitas dan keharmonisan warga otomatis tercipta."
Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio: "Keteladanan adalah bahasa diplomasi terbaik. Keberanian para pengurus RT/RW mengambil peran sakral ini mengirimkan pesan kuat bahwa rasa cinta tanah air di akar rumput Bogor sangat membara."
Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih S.E., M.M.: "Ini adalah bentuk Eka Paksi sejati di tingkat desa. Keteguhan para ketua RT dan RW mewujudkan nilai-nilai Siliwangi—wangi dalam tindakan, harum dalam pengabdian. Penghargaan ini sangat layak mereka terima."
Suasana aula desa yang semula khidmat berubah riuh bertepuk tangan saat piagam penghargaan diserahkan satu per satu. Malam tasyakuran tersebut ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng, menegaskan bahwa kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dirayakan bukan sekadar seremonial, melainkan lewat simfoni kebersamaan antara pemerintah desa, TNI, dan seluruh warga.(PERS)

Ujang Supriatna